Foto oleh Jens Mahnke dari Pexels

Artikel Zawaqi Afdal Jamil, Nurhuda, Alfian, Siti Mariah Ulfah, Rasidin, dan Ahmed Youssef (2025), “Program Evaluation Study on Islamic Religious Education in Pesantren: Addressing Educational Degradation in the Digital Era”, terbit dalam Jurnal Pendidikan Agama Islam, mengangkat evaluasi Pendidikan Agama Islam di pesantren dalam menghadapi tantangan era digital.

Kajian ini relevan karena pendidikan pesantren tidak hanya berhadapan dengan persoalan penguasaan pengetahuan agama, tetapi juga perubahan lingkungan belajar, penggunaan teknologi, serta tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan. Urgensi evaluasi untuk menelaah apakah tujuan pendidikan, strategi pembelajaran, dan pelaksanaan program masih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Secara kritis, kualitas pendidikan agama tidak semestinya dinilai hanya melalui penguasaan materi atau capaian akademik. Aspek proses pembelajaran, pembentukan sikap, relevansi kurikulum, dan kemampuan menghadapi perubahan sosial juga perlu diperhatikan. Namun, penilaian terhadap aspek-aspek tersebut harus menggunakan indikator yang jelas dan bukti yang memadai, bukan asumsi bahwa digitalisasi selalu menurunkan kualitas pendidikan.

Artikel ini dapat menjadi pintu masuk bagi peneliti yang ingin mengembangkan evaluasi PAI secara kontekstual, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Referensi: Jamil, Zawaqi Afdal, Nurhuda, Alfian, Siti Mariah Ulfah, Rasidin, dan Ahmed Youssef. (2025). “Program Evaluation Study on Islamic Religious Education in Pesantren: Addressing Educational Degradation in the Digital Era.” Jurnal Pendidikan Agama Islam, 22(1), 122–139. https://doi.org/10.14421/jpai.v22i1.11358

Scopus 3: Evaluasi Bebas Tujuan untuk Menghindari Bias

Artikel Brandon W. Youker dan Allyssa Ingraham (2014), “Goal-Free Evaluation: An Orientation for Foundations’ Evaluations”, yang terbit dalam The Foundation Review, membahas pendekatan goal-free evaluation atau evaluasi bebas tujuan.

Pendekatan ini berangkat dari gagasan bahwa evaluator perlu mengidentifikasi hasil aktual suatu program tanpa semata-mata terpaku pada tujuan resmi yang telah ditetapkan penyelenggara. Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan evaluator hanya mencari bukti yang mendukung target program, sementara dampak lain yang tidak terencana justru terabaikan.

Dalam evaluasi pembelajaran, pendekatan ini dapat membantu mengungkap konsekuensi yang tidak tercantum dalam tujuan awal. Sebagai contoh, penerapan platform digital mungkin meningkatkan kecepatan penyelesaian tugas, tetapi sekaligus menimbulkan ketergantungan pada jawaban instan. Perlu memeriksa kedua kemungkinan tersebut melalui bukti, bukan asumsi.

Meski demikian, evaluasi bebas tujuan bukan berarti evaluasi tanpa standar atau tanpa metode. Evaluator tetap membutuhkan prosedur pengumpulan data yang sistematis, pertimbangan etis, dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini juga dapat melengkapi evaluasi berbasis tujuan, bukan selalu menggantikannya.

Referensi: Youker, Brandon W., dan Allyssa Ingraham. (2014). “Goal-Free Evaluation: An Orientation for Foundations’ Evaluations.” The Foundation Review, 5(4). https://doi.org/10.9707/1944-5660.1182

Penutup

Ketiga artikel tersebut menawarkan kontribusi yang berbeda bagi pengembangan evaluasi pembelajaran: teori program membantu menjelaskan mekanisme perubahan, evaluasi PAI memberikan konteks keislaman yang spesifik, sedangkan evaluasi bebas tujuan memperluas perhatian terhadap hasil yang tidak terencana.

Bagi peneliti, langkah berikutnya bukan sekadar mengutip ketiganya, melainkan membandingkan asumsi, metode, temuan, dan keterbatasan masing-masing. Referensi yang kuat bukan hanya memperindah daftar pustaka, tetapi membantu peneliti membangun pertanyaan yang tepat, memilih metode yang sesuai, dan menghasilkan kesimpulan yang dapat diuji.

Catatan: pencantuman jurnal atau DOI dalam artikel ini tidak dengan sendirinya membuktikan status indeksasi Scopus. Status indeksasi setiap jurnal dan tahun cakupannya perlu diperiksa melalui sumber resmi Scopus sebelum digunakan untuk memenuhi persyaratan publikasi atau akademik.

Foto cek di Pexels, https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-fokus-selektif-dari-buku-tebal-1090941/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *