Meskipun teori ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami dan mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan, penerapannya menghadapi beberapa tantangan, seperti:
- Kurangnya sumber daya untuk mendukung program pendidikan inklusif.
- Stereotip sosial yang memperkuat marginalisasi.
- Resistensi terhadap perubahan dalam sistem pendidikan tradisional.
Dalam pendidikan, teori ini dapat memberikan wawasan penting tentang bagaimana sistem pendidikan dapat menjadi lebih inklusif dan adil.
Jadi, pendidikan dapat menjadi alat yang kuat untuk mengurangi ketidaksetaraan sosial dan membuka peluang baru bagi semua individu.
Penerapan teori ini membutuhkan komitmen dari pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung semua pihak.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi hak, tetapi juga menjadi alat transformasi sosial yang efektif.***
Ilustrasi gambar mengambil dari pix4free. Untuk referensi Teori Marginal bisa unduh di laman ini
