Banyak pesantren yang menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi untuk pendidikan Islam.
1. Pesantren Al-Ittifaq Bandung
Memiliki platform pembelajaran online bernama “Ittifaq Learning”. Platform ini menyediakan berbagai materi pelajaran Islam, mulai dari tajwid, tafsir Al-Quran, hingga fiqh.
Bahkan, pesantren ini juga menawarkan program tahfidz Quran online, di mana para santri bisa menghafal Al-Quran dengan bimbingan para hafizh berpengalaman
2. Pesantren Darunnajah Jakarta
Tak mau kalah dalam berinovasi. Pesantren ini mengembangkan program “Cyber Islamic Dakwah”.
Program ini bertujuan untuk menyebarkan dakwah Islam melalui media digital. Pesantren Darunnajah juga memiliki radio online dan pesantren virtual, di mana para santri bisa mengikuti pembelajaran online dari jarak jauh.
Dampak Positif Adaptasi dan Inovasi
Upaya adaptasi dan inovasi pesantren di era digital membawa dampak positif yang signifikan. Kualitas pembelajaran dan pengajaran mengalami peningkatan.
Santri menjadi lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Minat belajar santri pun meningkat karena proses pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan.
Jangkauan dakwah pesantren juga semakin luas. Melalui platform online, pesantren bisa menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia.
Dakwah Islam pun bisa disampaikan dengan cara yang lebih kekinian dan mudah diterima oleh generasi muda.
Tak hanya itu, adaptasi dan inovasi ini juga mempersiapkan santri untuk menjadi generasi unggul dan adaptif.
Para santri dibekali dengan ilmu pengetahuan agama yang kuat dan kemampuan digital yang mumpuni. Ini menjadikan mereka siap untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
